Sunday, June 14, 2020

PENDEKATAN : UPAYA GURU DALAM MENANGANI PERMASALAHAN SISWA

UPAYA GURU DALAM MENANGANI PERMASALAHAN SISWA  KELAS 3 ABU BAKAR DI SD MUHAMMADIYAH 1 KRIAN

 

Sekolah merupakan tempat untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan siswa / siswi dari lahir maupun batinnya, agar bisa melahirkan suatu penerus bangsa yang berbudi pekerti baik. Apalagi di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Krian, yang mana disinilah awal dasar yang tepat dalam mendidik siswa / siswi dalam menanamkan hal – hal yang positif dalam membentuk karakter yang baik, yang diharapkan oleh keluarga, nusa bangsa, dan agama. Tetapi  banyak sekali problematika yang terjadi dilingkup Sekolah Dasar Muhammadiyah khususnya kelas 3 Abu Bakar yang guru alami dalam mendidik siswa/ siswi, salah satunya adalah kenakalan anak dan susah diaturnya anak didik di SD Muhammadiyah 1 Krian.

Sebagai Guru di Kelas 3 Abu Bakar bukanlah hal yang mudah , karena dikelas ini adalah kelas Pelangi. Apa Itu kelas pelangi ? kelas yang berbagai karakter yan bebedah – bedah , tapi kebanyakan dikelas ini adalah anak yang super aktif terkhusus anak laki – lakinya, ada yang pendiam, ada yang banyak ngomong, ada yang senang sekali menjaili temannya, dan bahkan ada yang emosinya tidak terkontrol, semua itu adalah amanah dan titipan dari pihak sekolah dan orang tua yang harus Guru laksanakan. Dengan kenakalan anak yang susah diaturnya anak didik , mengakibatkan guru harus berfikir kreatif dan inovatif agar kondisi belajar bisa menjadi kondusif. Apalagi diseumuran anak SD yang masih banyak dihabiskan waktunya untuk bermain dan bukannya untuk menekan atau menuntut agar anak harus bisa dalam hal kognitif.

 

Beberapa cara bagi Guru dalam menghadapi permasalahan anak yang susah diatur, seperti Guru gambarkan diatas :

1.      Rencanakan beragam metode

Setiap murid memiliki keunikan dan karakternya masing – masing, inilah yang membuat setiap murid tidak bisa ditangani dengan cara yang sama.Di sinilah, Bapak / Ibu guru harus pintar – pintar  untuk antisipasi dengan berbagai metode belajar.Dengan menggunakan metode belajar yang variatif tentu membuat murid senang saat di kelas dan mengurangi sikapnya yang susah diatur.

2.      Memberi peringatan nonverbal

Guru mengisyaratkan murid untuk tenang.Saat mengajar kelas yang susah diatur, pasti selalu ada saja murid yang membuat gaduh.yang tadinya kelas tenang, menjadi berisik seisi kelas.Mau menerangkan apapun di kelas juga tidak terdengar.Sebisa mungkin hindari untuk berteriak, lebih baik menggunakan  gesture nonverbal, missal menaru jari telunjuk di deapn mulut untuk memberikan kode “ jangan berisik “

3.      Belajar mendengar murid

Guru mendengar keluhan murid, sesekali mengajak ngobrol murid yang susah diatur secara personal.Dengan mencoba mendengarkan cerita murid, Guru akan lebih mengerti tanpa harus bersikap marah terus.Positifnya setelah berbagi cerita, murid akan merasa ada kedekatan dengan Bapak / Ibu Guru karena mau mendengarkan dan mengerti mereka.Murid pun akan jadi lebih menghormati guru dan akan lebih menjaga sikap untuk tidak terus  - menerus membuat onar suasana kelas.

4.      Berkoordinasi dengan orang tua

Dalam hal ini, butuh adanya koordinasi dengan pihak orang tua.Rutinlah mengadakan pertemuan sehingga bisa mengatur perkembangan yang terjadi pada siswa. Mulai dari perilaku siswa di rumah, lingkungan pertemanan, kebiasaan siswa dan sebagainya.

5.      Ikhlas, sabar dan selalu tersenyum

Guru harus ikhlas, sabar dan tersenyum dalam mendidik anak, karena disitu kunci segala – galanya, anak akan merasa tenang, nyaman dan bahagia dalam menerima pelajaran dan Allah SWT akan memberikan kemudahan, kelancaran dalam mendidik anak – anak seutuhnya sehingga berhasil dunia dan akhirat.

 

Dari semua cara menghadapi problematika yang selalu ada di lingkungan Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Krian Kelas 3 Abu Bakar, memberikan suatu pembelajaran tidak hanya siswa/ siswi nya saja tetapi juga gurunya pula dalam menanggapi dan mengatasi sikap dan perilaku siswa/ siswi yang begitu beragamnya dari berbagai sifat, sikap, dan perilakunya.

           

 


No comments: