Sunday, June 14, 2020

CONTOH METODE PENELITIAN TESIS STUDI KASUS

BAB III

METODE PENELITIAN

 

A.      Jenis penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono (2014, 1) penelitian kualitatif adalah :

“metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi”.

 

Penelitian kualitatif merupakan sebuah cara yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu permasalahan. Penelitian kualitatif ialah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis serta lebih menonjolkan proses dan makna. Tujuan penelitian ini ialah pemahaman menyeluruh dan mendalam terhadap implementasi kurikulum 2013 yang dikaji, serta data yang dikumpulkan berupa data lapangan (empiris) ataupun gambar-gambar untuk mendeskripsikan hasil penelitian.

 

B.       Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitiannya adalah studi kasus. Menurut Merriam dalam Ulfatin (2015, 49) studi kasus adalah “proses menginvestigasikan  terhadap peristiwa-peristiwa yang aktual”. Penelitian jenis ini, dimaksudkan untuk memperoleh deskripsi secara mendetail tentang latar belakang, sifat serta karakter yang khas dari kasus, atau pun status dari individu, yang kemudian dari sifat yang khas akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Penelitian ini merupakan upaya untuk memahami suatu masalah secara mendalam yang menjadi fokus penelitian.

Dalam penelitian ini mendeskripsikan standar proses implementasi kurikulum 2013, faktor – faktor yang mendukung dan menghambat dan respon warga sekolah dengan implementasi Kurikulum 2013 di SMK.

 

C.      Jenis dan sumber data

Jenis data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data-data kualitatif, yang berasal dari sumber data tertulis dan tidak tertulis. Data tidak tertulis diperoleh dari pengamatan pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 di sekolah Objek. Sumber dipilih melalui teknik snowball sistem. Pengertian dari teknik ini adalah “teknik pengambilan sampel sumber data yang pada awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar” (Sugiyono, 2014, 54). Hal ini dilakukan karena dari jumlah sumber  data yang sedikit itu tersebut belum mampu memberikan data yang memuaskan maka mencari orang lain lagi yang dapat dijadikan sumber data.

Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Pengawas SMK, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Siswa dan Komite sekolah, serta warga sekolah meliputi civitas akademik. Alasan pemilihan informan : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten sebagai penanggungjawab terlaksananya Kurikulum 2013 di tingkat kabupaten; Pengawas SMK, yang bertugas sebagai konsultan, supervisor dan evaluator permasalahan pendidikan di tingkat sekolah ; Kepala Sekolah sebagai manajer (mampu menyusun program), sebagai administrator (mampu mengelola potensi yang ada di sekolah), sebagai pemimpin (mampu berkomunikasi baik) dan yang bertanggungjawab terhadap terlaksananya kurikulum di tingkat sekolah ; Wakil Kepala Sekolah urusan kurikulum, membantu kepala sekolah dalam urusan penyusunan dan pembuatan kurikulum ; guru , pelaksana kurikulum di tingkat kelas; siswa , sebagai obyek kurikulum dan komite sekolah , perwakilan orang tua siswa yang ikut berperan terhadap kelancaran pendidikan di tingkat sekolah. Informan diambil dari 1 SMK Negeri dan 1 SMK Swasta yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Dua sekolah tersebut adalah SMKN 1 Sidoarjo dan SMK Krian 1 Sidoarjo.

Sedangkan data pendukung diperoleh melalui analisis teks berupa sumber-sumber tertulis dengan cara mempelajari buku-buku, jurnal ilmiah, dan dokumen-dokumen sekolah yang ada kaitannya dengan pokok bahasan (Moleong, 2006, 28). Hal ini dilakukan untuk menguji, menafsirkan bahkan meramalkan dalam menganalisis data untuk menemukan fokus penelitian.

 

D.      Teknik pengumpulan data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data. Adapun teknik yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah:

 

 

 

1.         Observasi (Pengamatan)

Dalam teknik ini peneliti menggunakan teknik observasi lansung dengan membuat kunjungan lapangan terhadap objek  penelitian, dimana peneliti menciptakan kesempatan untuk observasi lansung (Yin, 2002, 112). Dengan maksud melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis untuk memahami gejala yang diselidiki. Pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran disekolah yang menjadi objek penelitian.

Pengamatan lansung dilakukan peneliti pada saat proses pembelajaran di SMKN 1 Sidoarjo dan SMK Krian 1 Sidoarjo selama data sudah dianggap cukup. Dalam kurun waktu tersebut, observasi dilakukan untuk menggambarkan bagaimana proses pembelajaran dengan implementasi kurikulum 2013 yang sedang berlansung.

Hasil pengamatan tersebut semuanya di catat dalam lembar catatan lapangan dan dibantu dengan daftar cek. Catatan lapangan berupa laporan langkah-langkah peristiwa dalam bentuk gambaran/deskripsi singkat tentang proses pembelajaran dan selanjutnya dikembangkan oleh peneliti sesudah pengamatan dilakukan serta memberikan tanggapan sebagai bentuk refleksi dari hasil pengamatan tersebut. Kemudian daftar cek, diisi oleh peneliti untuk mengingatkan peneliti apakah seluruh aspek informasi sudah dijaring atau belum. Melalui pengamatan langsung diharapkan memperoleh temuan mendetail tentang peristiwa yang berkaitan dengan masalah penelitian.

2.         Interview (Wawancara)

Interview (wawancara) merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab baik secara langsung maupun tidak langsung (Moleong,  2006, 63). Dalam teknik ini penulis memilih wawancara bertipe open-ended, dimana peneliti dapat bertanya kepada responden kunci tentang fakta-fakta suatu peristiwa disamping opini mereka tentang pristiwa tersebut. (Yin, 2002, 108-109).

Wawancara ditujukan kepada  responden yang dipilih karena erat hubungannya dengan penelitian ini diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten sebagai penanggungjawab terlaksananya Kurikulum 2013 di tingkat kabupaten; Pengawas SMK, yang bertugas sebagai konsultan, supervisor dan evaluator permasalahan pendidikan di tingkat sekolah ; Kepala Sekolah sebagai manajer (mampu menyusun program), sebagai administrator (mampu mengelola potensi yang ada di sekolah), sebagai pemimpin (mampu berkomunikasi baik) dan yang bertanggungjawab terhadap terlaksananya kurikulum di tingkat sekolah; Wakil Kepala Sekolah urusan kurikulum, membantu kepala sekolah dalam urusan penyusunan dan pembuatan kurikulum; guru, pelaksana kurikulum di tingkat kelas; siswa, sebagai obyek kurikulum dan komite sekolah, perwakilan orang tua siswa yang ikut berperan terhadap kelancaran pendidikan di tingkat sekolah.

 

 

3.         Dokumentasi 

Teknik dokumentasi menurut Moleong (2006 , 216) adalah “setiap bahan tertulis maupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik”. Dengan teknik ini, penulis akan mencari data melalui Dokumen Sekolah Kurikulum 2013, Silabus, Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), daftar nilai, hasil karya atau rangkuman siswa dan dokumen-dokumen resmi sekolah serta dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Hal ini dilakukan untuk menafsirkan dan memperdalam analisis data.

Dokumen yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah baik dokumen internal maupun eksternal. Penulis menggali data Dokumen yang erat kaitannya dengan implementasi kurikulum 2013. Surat keputusan Dinas Pendididkan, dokumen kurikulum, melalui Silabus, Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), foto atau rekaman proses pembelajaran, daftar nilai dan dokumen-dokumen resmi sekolah serta dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Dokumen-dokumen tersebut dimaksudkan untuk membantu proses analisis dan menafsirkan data.

4.         Catatan Lapangan

Menurut Bogdan dan Bikken (1982: 74) yang dikutip Moeloeng (2006). Catatan Lapangan adalah catataan tertulis tentang apa yang di dengar, dilihat, dialami, dan dipikirkan dalam rangka mengumpulkan data dan refleksi terhadap data penelitian kualitatif. Catatan lapangan itu berupa informasi penting yang ditulis peneliti selama melakukan penggalian data dan penulisannya sangat singkat, berisi kata-kata kunci, frasa, pokok-pokko isi pembicaraan atau pengamatan, mungkin gambar, sketsa, dan lain sebagainya.

Kemudian, sesampainya di rumah, peneliti mencatatnya secara lengkap dan rapi dalam bentuk catatan lapangan. Oleh karena itu, perlu ada sistematika penulisan catatan lapangan, agar dapat dibaca dengan mudah dan diferifikasi kapan dan dimana data ini di ambil.

 

E.       Instrumen Penelitian

Dalam mengumpulkan data penelitian, penulis membutuhkan instrumen penelitian. Adapun dalam pelaksanaannya peneliti menggunakan beberapa instrument peneletian, diantaranya adalah :

1.    Peneliti

Peneliti sebagai instrumen didasarkan pada kemampuan peneliti dari rencana penelitian hingga tahap pengolahan data penelitian. Oleh karena itu, peneliti harus divalidasi. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya.

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan konfirmasi sebelum terjun ke lapangan penelitian dengan melakukan persiapan meliputi pemahaman metode penelitian kualitatif deskriptif dan penguasaan teori mengenai objek yang diteliti yaitu implementasi kurikulum 2013. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan alat bantu berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, buku catatan dan alat perekam untuk memudahkan peneliti dalam melakukan pengumpulan data terkait implementasi kurikulum 2013 di SMK.

2.    Pedoman Observasi

Pedoman observasi digunakan agar peneliti dapat melakukan pengamatan sesuai dengan tujuan penelitian. Pedoman observasi disusun berdasarkan hasil observasi terhadap perilaku subjek selama wawancara dan observasi terhadap lingkungan atau setting wawancara, serta pengaruhnya terhadap perilaku subjek dan informasi yang muncul pada saat berlangsungnya wawancara.

3.    Pedoman wawancara

Pedoman wawancara digunakan agar wawancara yang dilakukan tidak menyimpang dari tujuan penelitian. Pedoman ini disusun tidak hanya berdasarkan tujuan penelitian, tetapi juga berdasarkan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

4.    Alat Perekam

Alat perekam berguna Sebagai alat Bantu pada saat wawancara, agar peneliti dapat berkonsentrasi pada proses pengambilan data tanpa harus berhenti untuk mencatat jawaban-jawaban dari subjek. Dalam pengumpulan data, alat perekam baru dapat dipergunakan setelah mendapat ijin dari subjek untuk mempergunakan alat tersebut pada saat wawancara berlangsung.

5.    Lembar catatan lapangan

Lembar catatan lapangan itu berupa informasi penting yang ditulis peneliti selama melakukan penggalian data dan penulisannya sangat singkat, berisi kata-kata kunci, frasa, pokok-pokok isi pembicaraan atau pengamatan, mungkin gambar, sketsa, dan lain sebagainya. Kemudian sesampainya di rumah, peneliti mencatatnya secara lengkap dan rapi dalam bentuk deskripsi dan refleksi.

 

F.       Pengujian Keabsahan Data

Menurut Sugiyono (2014) untuk mengetahui kualitas data dalam penelitian kualitatif, mengajukan empat kriteria keabsahan yang diperlukan dalam suatu penelitian kualitatif. Empat hal tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Triangulasi data

Peneliti menggunakan teknik triangulasi dalam mengecek kriteria keabsahan data. Dalam hal ini, penulis melakukan beberapa teknik triangulasi, diantaranya:

a.    Triangulasi dengan sumber dimanfaatkan untuk menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data (Moleong, 2006, 330). Langkah-langkanya yang dilakukan peneliti yaitu dengan membandingkan data observasi dengan wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen terkait.

b.    Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan informasi atau data  dengan cara yang berdeda. Dalam hal ini, peneliti menggunakan menggunakan wawancara dan observasi atau pengamatan untuk mengecek kebenarannya. Selain itu, peneliti juga bisa menggunakan informan yang berbeda untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

c.    Triangulasi dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya, hal ini dilakukan dengan cara menggunakan lebih dari satu orang dalam pengumpulan dan analisis data (Moleong, 2006, 331). Dalam penelitian ini, dosen pembimbing bertindak memberikan masukan terhadap hasil pengumpulan data. Dengan alasan pembimbing penelitian ini telah memiliki pemahaman dan pengalaman penelitian. Teknik ini dilakukan dengan tujuan memperkaya khasanah pengetahuan mengenai informasi yang digali dari subjek penelitian.

d.    Triangulasi dengan teori, “menurut Liccon dan Guba berdasarkan anggapan bahwa fakta tidak bisa diperiksa derajat kepercayaanya dengan satu atau lebih teori. Sedangkan Patton, dalam hal ini menamakan penjelasan banding” (Moleong, 2006, 331). Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk membandingkan rumusan data dengan perspektif teori yang relevan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau kesimpulan yang dihasilkan dan meningkatkan kedalaman pemahaman atas data yang diperoleh. Langkah yang ditempuh peneliti dalam tahap ini adalah membandingkan data atau temuan lapangan dengan perspektif teori yang relevan dengan penelitian ini.

 

2.      Pengujian Transferability

Transferability merupakan validitas eksternal dalam penelitian kualitatif. Validitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil penelitian kepada populasi tempat sampel penelitian diperoleh (Sugiyono, 2014, 131).  Agar dapat memahami hasil penelitian ini sehingga ada kemungkinan untuk menerapkan hasil penelitian, peneliti dalam membuat laporan hasil penelitian ini memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis, dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pembaca menjadi jelas dalam memahami hasil penelitian, sehingga pembaca dapat memutuskan dapat atau tidaknya mengaplikasikan hasil penelitian di  tempat lain.

3.      Pengujian Dependability

Kriteria dependabilitas sama juga dengan reliabilitas, suatu penelitian yang reliabel adalah orang lain dapat mengulangi/ mereplikasi proses penelitian tersebut (Sugiyono, 2014, 131). Dalam penelitian ini uji dependability ditempuh dengan cara melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian, mulai dari menentukan masalah, memasuki lapangan, menentukan informan, melakukan analisis data, uji keabsahan data sampai pada membuat kesimpulan/ verifikasi` Audit dilakukan oleh auditor yang independen yaitu pembimbing.

4.      Pengujian Conformability

Pengujian conformability dalam penelitian kualitatif disebut juga objektivitas penelitian. Penelitian dikatakan objektif jika hasil penelitian telah disepakati banyak orang. Menguji conformability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut telah memenuhi standar conformability (Sugiyono, 2014, 131). Dalam penelitian ini, konfirmabilitas digunakan peneliti untuk membawa perspektif yang unik kedalam penelitian.

Dengan konfirmabilitas makna setiap data yang diperoleh dengan menggunakan teknik ini, peneliti bertujuan ingin memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk mendukung tercapainya fokus penelitian. Dalam penelitian ini, penulisan interprestasi data berdasarkan data dari observasi dan wawancara serta analisis dokumen yang telah direduksi dan disajikan secara sistematis.

Dengan pengujian keabsahan data dalam penelitian ini, proses dimulai dari data-data yang diperoleh dari subjek, direduksi, disajikan dalam bentuk teks naratif dan penarikan kesimpulan/ diverifikasi serta diperiksa keabsahannya. Sehingga penulis mengerti dan mendalami benar permasalahanya dan tidak diragukan data-datanya. Dari proses tersebut penulis berusaha mendapatkan gambaran dan makna yang mendalam mengenai pengalaman dari subjek yang menjadi fokus penelitian. Kemudian gambaran dan makna tersebut didalamnya mencakup hasil penelitian yang diurai secara deskriptif.

 

 

 

 

G.      Teknik analisis data

Menurut Moleong (2006,103) Analisis data adalah “proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya kedalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar”. Setelah data-data terkumpul melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen, maka selanjutnya menganalisis data-data tersebut. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif, yang dilakukan melalui tiga alur kegiatan.

Sebagaimana yang diungkupakan Miles dan Huberman yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (Meolong, 2006,17). Dimana tiga jenis kegiatan tersebut merupakan proses siklus dan interaktif, sebagaimana bagan sebagai berikut :

Reduksi data

Pengumpulan data

Penyajian data

Penarikan/verifikasi

 

 

 

 

 


Gambar 3.1. Komponen-komponen analisis data: model interaktif

(Miles &Huberman, 2009,20)

 

Menurut Miles & Huberman (2009,16), Langkah analisis interaktif terdiri atas beberapa komponen kegiatan yang terkait satu sama lain, dimulai dari pengumpulan data kemudian mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi“. Untuk lebih jelasnya, penulis menggambarkan sebagai berikut:

 

1.      Reduksi data

Reduksi data merupakan proses menyeleksi, menentukan fokus, menyederhanakan, meringkas dan mengubah bentuk data yang ada dalam catatan lapangan  Menurut Miles & Huberman (2009). Dalam tahap ini, penulis mereduksi data dari hasil observasi, wawancara para informan yang menjadi subjek penelitian dan analisis dokumen berupa dokumen kurikulum 2013, silabus, RPP serta dokumen – dokumen terkait dengan cara membuat ringkasan/ abstaksi yang disusun melalui data-data yang terkumpul selama pengumpulan data berlansung dengan jalan menelaah dan memahami catatan-catatan lapangan yang telah ditulis, kemudian diwujudkan dalam bentuk kalimat faktual sederhana dan dibuatkan lembar refleksi bagi catatan lapangan yang memerlukan komentar peneliti. Kemudian diidentifikasi dengan jalan memberikan kode pada setiap lembar ringkasan/ abstraksi. Setelah satuan data dikode, maka data tersebut akan mudah dipilah dan disortir untuk mempermudah peneliti memilih data yang dipakai dari sekian banyak data yang dikumpulkan, serta membuang data yang dianggap tidak perlu.

Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih spesisifk dan mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya atau data tambahan jika diperlukan. Karena semakin lama peneliti berada di lapangan, jumlah data akan semakin banyak, semakin kompleks dan rumit. Untuk itulah diperlukan reduksi data sehingga data tidak betumpuk dan mempersulit analisis selanjutnya.

2.      Penyajian data

Setelah data direduksi, langkah analisis selanjutnya adalah penyajian (display) data.“Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisasikan, tersusun secara sistematis yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan“ (Miles & Huberman, 2009,17). Dalam langkah ini penulis menyajikan data dalam bentuk teks naratif. Menurut Miles & Huberman (2009,137), “Teks itu muncul dalam bentuk catatan lapangan tertulis, yang disaring oleh peneliti dengan mengutip penggalan-penggalan berkode dan menarik kesimpulan”. Penyajian data dalam bentuk teks naratif tersebut akan memudahkan peneliti untuk memahami data-data penelitian.

Selanjutnya peneliti menyusun data-data yang relevan sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan. Adapun langkahnya dilakukan dengan cara menarasikan data secara sistematis untuk memaknai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu ditindak lanjuti untuk mencapai tujuan penelitian, hal ini dilakukan sebagai upaya atau langkah penting menuju tercapainya analisis.

3.      Kesimpulan/ verifikasi data

Kegiatan ketiga dari analisis data adalah penarik kesimpulan/ verifikasi. Menutrut Miles & Huberman (2009, 19), Tahap ini sebagian dari suatu kegiatan konfigurasi yang utuh berdasarkan temuan-temuan selama penelitian berlangsung. Pada langkah penarikan kesimpulan/ verifikasi ini, peneliti berusaha mencari makna dari data yang diperoleh untuk mengambil kesimpulan dan tetap terbuka untuk menerima masukan data, untuk mencari makna sesuai dengan fokus penelitian

 

H.      Lokasi peneltian

Lokasi penelitian ini dilakukan di 2 (dua) SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Sidoarjo. Karena telah ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai pilot project penerapan kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 sampai penelitian ini dilakukan.

 


No comments: