BUKU SEKS MANIA

Loading...

BUKU SEKS MANIA

Loading...

Kamis, 20 Desember 2012

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI 2


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan dalam pengertian yang luas adalah meliputi semua perbuatan atau semua usaha dari generasi tua untuk mengalihkan (melimpahkan) pengetahuannya, pengalamannya, kecakapan serta keterampilannya kepada generasi muda, sebagai usaha untuk menyiapkan mereka agar dapat memenuhi fungsi hidupnya, baik jasmaniah maupun rohaniah.
Di samping itu, pendidikan sering juga diartikan sebagai suatu usaha manusia untuk membimbing anak yang belum dewasa ketingkat kedewasaan, dalam arti sadar dan mampu memikul tanggung jawab atas segala perbuatannya dan dapat berdiri di atas kaki sendiri.[1]
Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antar sekolah, orangtua, masyarakat dan institusi negara dengan tugas dan peran masing-masing. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama yang baik antara sekola, orangtua, masyarakat dan institusi negara guna terwujudnya tujuan pendidikan.
Dalam pandangan Islam, anak dilahirkan dalam keadaan lemah dan suci atau fitrah sedangkan alam sekitarnya akan memberi corak warna terhadap nilai hidup atas pendidikan agama Islam. Hal ini sebagaimana dalam al Qur’an surat Ar Rum ayat 30, yang berbunyi:
 Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Tetapkanlah pada fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah tersebut. Tidak ada perubahan bagi fitrah Allah, itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar Rum, 30: 30)[2]

Dari ayat tersebut, jelaslah bahwa pada dasarnya anak itu telah membawa fitrah beragama, dan kemudian bergantung kepada para pendidiknya dalam mengembangkan fitrah itu sendiri sesuai dengan usia anak dalam pertumbuhannya.[3]
Di sini juga jelas bagaimana pentingnya peranan orangtua dalam memupuk, membina, memelihara dan menjaga kefitrahan seorang anak. Dengan demikian, tersiratlah pentingnya menjaga pendidikan anak dalam keluarga. Sebab, dari pendidikan keluarga ini, seorang anak akan memiliki bekal yang terpatri kuat dalam hati. Sehingga tidak dapat dipungkiri bila terjaga atau tidaknya, fitrah seorang anak amat tergantung pada cara pendidikan yang diberikan oleh orangtuanya dalam keluarga.
Mengenai peran orangtua pada suatu keluarga akan sangat mewarnai perlakuan mereka kepada anak-anaknya, terutama terhadap masalah pendidikannya. Seringkali kita jumpai bahwa orangtua yang tidak memotivasi anak-anaknya dalam pendidikan, maka berakibat anak akan malas belajar dan gagal dalam pendidikannya. Oleh karena itu, orangtua mempunyai peranan yang penting dalam keberhasilan pendidikan anak-anaknya.
Berdasarkan pemikiran di atas, bahwa keberhasilan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan akan dapat diraih melalui kerjasama yang baik antara guru, siswa dan orangtua. Hal ini menjadi pertimbangan utama bagi penulis sehingga terdorong untuk mengadakan penelitian dengan judul: “Studi Model Kerjasama antara Guru dan Orang tua Siswa dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo”.
SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo dijadikan obyek penelitian dengan asumsi bahwa sekolah tersebut layak diteliti, dimana peningkatan mutu pendidikan agama Islam di sekolah tersebut ditunjang adanya kerjasama yang harmonis antara guru dan orangtua siswa.
Adapun penelitian terdahulu disebutkan, yaitu: skripsi Jurusan Administrasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2009 oleh Andryas Dwi Hardiansyah, berjudul: “Kerjasama antara sekolah (guru dan terapis) dengan orangtua dalam pembelajaran anak autis: studi kasus di sekolah laboratorium Universitas Negeri Malang”.[4] Di samping itu, tesis Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret tahun 2009 oleh Triana Rejekiningsih, berjudul: “Strategi mengajar guru dan keterlibatan orang tua dalam pembelajaran kelas rangkap di SDN Jetis Lor 3 Kabupaten Pacitan”.[5]

B.     Penegasan Istilah

Untuk memudahkan dalam memahami judul penelitian tentang “Studi Model Kerjasama antara Guru dan Orangtua Siswa dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo”, maka penulis memandang perlu untuk memberikan penegasan dan penjelasan seperlunya, sebagai berikut:
Studi berarti ”penelitian ilmiah; kajian; telaahan”.[6]
Model berarti ”pola (contoh, acuan, ragam, dsb.) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan”.[7]
Kerjasama berarti ”kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dsb.) untuk mencapai tujuan bersama”.[8]
Meningkatkan berarti ”menaikkan (derajat, taraf, dsb.); mempertinggi; memperhebat (produksi, dsb.)”.[9]
Mutu berarti ”(ukuran) baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dsb.); kwalitas”.[10]
Pendidikan agama Islam diartikan sebagai ”usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan, bimbingan, pengajaran, dan atau latihan”.[11] Adapun yang dimaksud dalam penelitian ini kaitannya dengan mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI).
Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa yang dimaksud dengan studi model kerjasama antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo adalah penelitian ilmiah mengenai pola (contoh, acuan, ragam, dsb.) dari usaha yang dilakukan antara guru (pendidik) dan orangtua siswa guna mempertinggi kualitas (derajat atau taraf, dsb) mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.

C.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis dapat merumuskan beberapa masalah yang akan dijadikan bahan untuk analisis data dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
  1. Bagaimana model kerjasama antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo?
  2. Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat kerjasama antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo?

D.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  1. Tujuan penelitian
Berpijak pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
a.        Untuk mengetahui model kerjasama antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.
b.        Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kerjasama antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.
  1. Kegunaan penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna, baik secara teoritis maupun praktis, yaitu:
Kegunaan penelitian ini secara teoritis adalah untuk pengembangan pendidikan agama Islam secara formal, khususnya dalam menjalin kerjasama antara guru dan orangtua siswa guna meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.

Secara praktis penelitian ini berguna:
a.       Bagi peneliti
1)      Sebagai pengalaman praktis, bekal belajar dan mengajar ilmu pendidikan sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.
2)      Sebagai salah satu syarat untuk menyandang gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam Strata Satu (S1) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
b.      Bagi almamater
1)       Dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau wacana keilmuan bagi mahasiswa, khususnya Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam.
2)       Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan/perbandingan bagi peneliti-peneliti lain bila diperlukan.
c.       Bagi subyek penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru/pengajar di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.

E.     Metode Penelitian

  1. Tinjauan umum
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, dengan penggunaan pendekatan induksi analitik, yakni penelitian yang bertolak dari problem/ pertanyaan/isu spesifik yang dijadikan fokus penelitian, data dikumpulkan dan dianalisis untuk pengembangan model deskriptif penelitiannya.[12]
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang berdasarkan fenomenologi. Metode deskriptif, maksudnya adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat antar fenomena yang diselidiki.[13]
Berdasarkan fenomenologi, maksudnya adalah fenomenologi yang memerlukan pendekatan holistik, mendudukkan obyek penelitian dalam suatu konstruksi ganda, melihat obyek dalam suatu konteks natural bukan parsial, menuntut bersatunya subyek peneliti dengan obyek pendukung/obyek penelitian.[14]
  1. Subyek penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan yang menjadi subyek penelitian adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru/pengajar, dan orangtua siswa SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.



  1. Sumber dan jenis data
Data penelitian ini bersumber dari data di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan yang menjadi sumber data ialah: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru/pengajar, dan orangtua siswa.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang dikelompokkan menjadi dua, yaitu: data primer dan data sekunder.
Data primer maksudnya ialah data yang diambil dari sumber pertama baik dari individu maupun kelompok seperti hasil wawancara dan observasi. Sedangkan data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut yang disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain, seperti tabel-tabel dan diagram.[15]
Berdasarkan hal di atas, maka data kualitatif yang dibutuhkan meliputi: sejarah atau latar belakang berdirinya, letak geografis, struktur organisasi, kegiatan-kegiatan extrakurikuler, keadaan guru, dan keadaan siswa, serta model kerjasama yang diterapkan antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di SMPN 1 Buduran.
  1. Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik sebagai berikut
a.       Observasi;
Observasi merupakan instrumen pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung yakni dengan menggunakan mata tanpa menggunakan alat standar lain untuk keperluan tersebut.[16]
Dalam kaitannya dengan penelitian ini, observasi ini dilakukan untuk mengetahui fenomena-fenomena apa saja yang ada atau masalah-masalah yang sedang berjalan di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.
b.      Wawancara atau interview;
Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).[17]
Metode wawancara untuk memperoleh data dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru/pengajar, orangtua siswa di SMPN 1 Buduran mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan model kerjasama antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.
c.       Dokumentasi;
Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan mempelajari data-data yang telah didokumentasikan. Hal ini sesuai dengan yang diterangkan oleh Suharsimi Arikunto, bahwa: “Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda, dan sebagainya”.[18]
Metode dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data terutama yang berkaitan dengan model kerjasama antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam
  1. Teknik analisis data dan interpretasi
Dalam analisis data dan interpretasi ini, data mentah yang diperoleh dari hasil observasi, interview/wawancara, dan dokumentasi, penulis analisis secara kualitatif deskriptif berdasarkan realitas yang ada.
Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif yang mengklasifikasikan data ke dalam tiga langkah, yaitu: reduksi, penyajian dan penyimpulan.

F.     Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan penelitian ini terdiri dari lima bab, yaitu:
Bab I         PENDAHULUAN; merupakan pengantar dalam penelitian, menguraikan tentang latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, metode penelitian, dan sistematika pembahasan sebagai kerangka berpikir dalam penulisan skripsi.
Bab II       KAJIAN TEORITIS/PUSTAKA; membahas kajian teori tentang model kerjasama antara guru dan orangtua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.
Bab III      GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN; bab ini penulis akan mengungkapkan tentang keadaan umum daerah penelitian, meliputi: sejarah singkat berdirinya, letak geografis, struktur organisasi, keadaan guru/pengajar, keadaan peserta didik, sarana prasarana, dan aktivitas-aktivitas di SMPN 1 Buduran Kabupaten Sidoarjo.
Bab IV      PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA; merupakan inti dari pembahasan yang mengungkapkan tentang penyajian, analisis dan interpretasi data sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan serta aplikasi di lapangan.
Bab V       PENUTUP; bab ini merupakan akhir dari pembahasan meliputi simpulan penelitian dan saran-saran.



[1] Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), 92.
[2] Al Qur’an, 30: 30.
[3] Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995), 171.
[4] http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/ASP/article/view/2682/0.
[5] http://pasca.uns.ac.id/?cat=17.
[6] Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, (Jakarta: Balai Pustaka, 1995), 965.
[7] Ibid., 662.
[8] Ibid., 488.
[9] Ibid., 1060.
[10] Ibid., 677.
[11] Abd. Rohman Shaleh, Pendidikan Agama dan Keagamaan, (Jakarta: Gema Wisnu, 2000), 37.
[12] Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Rakusarasin, 1991), 99.
[13] Ibid, 19.
[14] Ibid., 13.
[15] Umar Husein, Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1996), 41.
[16] Moh. Nasir, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Ghalia, 1998), 212.
[17] Ibid, 234.
[18] Ibid., 188.

1 komentar:

  1. Terima kasih Gan atas postgnya ...izin copy ...dan moga skss sll,,

    BalasHapus