Kamis, 20 Desember 2012

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI 1


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Bahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang (arbitrer) yang dipakai oleh anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksi. Bahasa juga berfungsi sebagai alat yang digunakan seseorang untuk mengemukakan pendapat, pikiran dan perasaannya kepada orang lain.
Dengan bahasa manusia bisa membentuk masyarakat dan peradaban. Andaikata tidak ada bahasa, maka dia tidak akan dapat melakukan hal tersebut di atas. Atas dasar inilah maka sangat wajar bila kita mengatakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan sepanjang hidup kita selalu membutuhkan bahasa. Kebanyakan orang belajar lebih dari satu bahasa. Seseorang mungkin dapat mengetahui atau belajar dua bahasa atau lebih dari permulaan hidupnya. Lebih terbiasa ialah bahwa dia belajar bahasa kedua atau bahasa asing sesudah sistem bahasa pertamanya mantap.
Tidak dapat di sangkal, bahwa seseorang yang mempelajari suatu bahasa asing akan mendapati kesulitan-kesulitan, yang mana kesulitan-kesulitan ini dapat diperkecil apabila dia memiliki faktor-faktor pendorong yang sangat kuat atau dengan kata lain dia memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa tersebut. Oleh karena kajian bahasa tidak cukup dengan mengenali ciri-ciri konstruksi bahasa, tetapi ia harus lengkap dengan mengenali fungsi dalam kerangka masyarakat.[1]
Maka seseorang yang ingin mempelajari bahasa kedua atau bahasa asing di tuntut untuk memiliki keterampilan-keterampilan berbahasa, yang mana keterampilan ini dapat dia kembangkan dan kuasai sesuai dengan motivasinya dalam mempelajari bahasa keduanya.
Menurut Rajiman, membagi keempat keterampilan tersebut di atas kepada keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat aspek tersebut sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Bahasa asing dapat dengan mudah dipelajari bila dibandingkan dengan mempelajari bahasa dari suatu daerah. Dengan maksud, para pembelajar dapat mempergunakan empat keterampilan berbahasa dilingkungan penuturnya. Oleh karena itu, empat keterampilan berbahasa ini dapat dipelajari dan dipergunakan.[2]
Menyimak dalam proses berbahasa merupakan keterampilan pemula yang harus dimiliki oleh seseorang yang sedang mempelajari suatu bahasa. Keterampilan ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa. Hal ini dipertegas oleh Dawson, sebagaimana yang di kutip oleh Tarigan bahwa melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berfikir”. Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang lambat laun mulai dipelajari oleh para pembelajar di dunia. Di Indonesia pun bahasa ini mulai dipelajari, terlebih lagi bahwa mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yang mana mereka memiliki kitab Al-Qur’an yang diturunkan dengan bahasa Arab.
Salah satu perbedaan bahasa Arab dengan bahasa lainnya yaitu bahwa bahasa ini memiliki banyak kata-kata ambigu, dan tidak jarang satu kata mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Tapi, dalam saat yang sama seseorang dapat menemukan kata yang tidak mengandung kecuali satu makna yang pasti saja. Bagi pembelajar Indonesia, menyimak bukanlah suatu hal yang dapat di anggap mudah. Hal ini dikarenakan dalam setiap harinya kesempatan untuk menyimak bahasa Arab sangatlah sedikit. Dan bagi pembelajar bahasa Arab, masalah yang dihadapi pada saat mempelajari Istima’ biasanya adalah suara, kosakata, struktur kalimat dan sebagainya.
Keterampilan menyimak merupakan bagian penting komunikasi, dan merupakan dasar pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Esensi  kemampuan interaksi adalah kemampuan memahami apa yang dikatakan  orang lain. Waktu yang diperkirakan dalam kegiatan komunikasi manusia dewasa  adalah  45%  digunakan  untuk menyimak,  30%  untuk  berbicara,  16 % untuk membaca, dan 9% untuk menulis.[3]
Selanjutnya dengan kemampuan mendengarkan diharapkan guna dapat menarik simpati dan empati di kalangan siswa sehingga kepercayaan siswa terhadap guru meningkat yang pada akhirnya kualitas proses pembelajaran dapat lebih di tingkatkan Keterampilan mendengarkan seharusnya mengiringi keterampilan bertanya dalam komunikasi yang efektif. Karena sebaik apa pun komunikasi terhadap seseorang tanpa diiringi dengan kemampuan mendengar maka komunikasi tidak efektif. Kemampuan mendengarkan secara aktif diartikan sebagai proses pemahaman secara aktif untuk mendapatkan informasi, dan sikap dari pembicara yang tujuannya untuk memahami pembicaraan tersebut secara objektif.
Pelajaran bahasa Arab adalah sebuah disiplin ilmu yang pendekatanya lebih diharapkan untuk berlatih menyimak berbagai macam teks berbahasa Arab yang disampaikan melalui perantaraan media seperti radio kaset. Latihan ini bertujuan agar siswa terbiasa dan mampu menyimak informasi yang terdapat dalam sebuah Hörtext (teks yang diperdengarkan). Menyimak informasi yang disampaikan dalam bahasa Arab tentu tidak semudah menyimak informasi yang disampaikan dalam bahasa Indonesia.
Guru memerlukan strategi yang dapat memudahkan untuk menyampaikan informasi kepada siswa. Bagitu juga siswa, dapat menggunakan strategi ini baik dalam mengerjakan tugas-tugas menyimak maupun dalam tes atau ujian, sehingga penggunaan strategi ini juga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar siswa khususnya dalam pelajaran bahasa Arab atau dalam tes dan ujian yang berkenaan dengan menyimak.
Berdasarkan observasi penulis di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan, proses belajar mengajar di sekolah tersebut juga menerapkan strategi menyimak dalam pembelajaran bahasa Arab. Terutama dalam pemahaman kosa kata (Mufrodat), dengan tujuan supaya para siswa dengan mudah dalam belajar serta menghafal dan membunyikan kata-kata tersebut dengan benar. Hal ini sudah diakukan oleh guru bahasa Arab dalam tahun terakhir ini.
Berdasarkan dari semua uraian tersebut diatas dan hasil analisis terhadap teori-teori yang telah dipahami, penulis ingin meneliti “Pengaruh Listening Group Terhadap Kecakapan Mendengar Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan”.

B.     Penegasan Istilah
Sebagaimana disebutkan diatas bahwa, judul penelitian ini adalah: Pengaruh  Listening Group Terhadap Kecakapan Mendengar di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan. Untuk menghindari timbulnya berbagai penafsiran dalam penelitian ini, maka penulis akan memberikan penjelasan istilah dari beberapa kata yang terdapat dalam judul tersebut, dijelaskan sebagai berikut:
1.      Listening group
Sebuah strategi pembelajaran yang terdiri dari empat bagian dalam prosesnya, yaitu: menyimak atentif, menyimak intensif, menyimak selektif, dan menyimak interaktif.
a.       Menyimak atentif adalah ”para pembelajar berlatih menyimak dan mencoba memberikan jawaban singkat (pendek) kepada lawan bicara, baik secara verbal maupun nonverbal”.[4]
b.      Menyimak intensif adalah “memfokuskan perhatian siswa pada bentuk kebahasaan”.[5] Tujuan kegiatan menyimak intensif adalah membangkitkan kesadaran para pembelajar bahwa perbedaan bunyi, struktur, dan pilihan kata dapat menyebabkan perbedaan makna.
c.       Menyimak selektif dapat membantu para pembelajar dalam mengidentifikasi tujuan mereka menyimak. Kegiatan menyimak selektif membantu mengarahkan perhatian para pembelajar pada kata-kata kunci, urutan wacana, atau struktur informasi.
d.      Menyimak interaktif dirancang untuk membantu para pembelajar berperan aktif dalam berinteraksi (walaupun mereka berperan sebagai penyimak).[6]
Jadi listning group adalah sebuah strategi pembelajaran dengan menggunakan beberapa pendekatan atau komponen diantaranya adalah (menyimak atentif, intensif, selektif dan interaktif) dengan tujuan untuk berintraksi dan menanggapi respond untuk memperoleh informasi dengan sebaik-baiknya.
2.      Kecakapan Mendengar
Mendengar adalah ” kemampuan dalam merespons yang terjadi karena adanya ransangan gelombang suara”.[7] Hal ini tidak jauh berbeda dengan menyimak, yang berarti adanya keterlibatan proses mental, mulai dari proses mengidentifikasi bunyi, pemahaman dan penafsiran, serta penyimpanan hasil pemahaman dan penafsiran bunyi yang diterima dari luar.[8]
Kecakapan mendengar adalah kemampuan dalam merespons yang terjadi karena adanya ransangan gelombang sebagai proses kegiatan mendengar lambang-lambang lisan dengan penuh pengertian, pemahaman, dan apresiasi serta informasi, menangkap isi dan memahami makna komunikasi yang disampiakan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
Keberhasilan menyimak sangat bergantung pada kemampuan mengintegrasikan komponen-komponen di atas. Oleh karena itu, keterampilan menyimak dapat diartikan sebagai koordinasi komponen-komponen keterampilan, baik keterampilan mempersepsi, menganalisis, maupun menyintesis.
3.      Pembelajaran Bahasa Arab
Pembelajaran adalah totalitas aktifitas belajar mengajar yang diawali dengan perencanaan dan diakhiri dengan evaluasi dan dilanjutkan dengan follow up.[9]
Pembelajaran Bahasa Arab merupakan totalitas aktifitas belajar mengajar bahasa Arab yang diawali dengan perencanaan dan diakhiri dengan evaluasi dan dilanjutkan dengan follow up.

4.      MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
Merupakan salah satu lembaga pendidikan formal setingkat SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) yang telah menerapkan materi Bahasa Arab yang terletak di Banggle Beji Pasuruan.
Dengan demikian yang dimaksud dengan Pengaruh Listening Group Terhadap Kecakapan Mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan adalah merupakan totalitas aktifitas belajar mengajar bahasa Arab dengan mendayagunakan kemampuan dalam merespons yang terjadi karena adanya ransangan gelombang sebagai proses kegiatan mendengar lambang-lambang lisan dengan penuh pengertian, pemahaman, dan apresiasi serta informasi, menangkap isi dan memahami makna komunikasi yang disampiakan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan dalam pembelajaran Bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.

C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah penulis paparkan di depan, maka ada beberapa rumusan masalah yang akan menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
  1. Adakah pengaruh  listening group terhadap kecakapan mendengar  dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan?
  2. Sejauhmana pengaruh listening group terhadap kecakapan mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan?
D.    Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
  1. Tujuan Penelitian
a.       Untuk mengetahui pengaruh  listening group terhadap kecakapan mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
b.      Untuk mengetahui sejauhmana pengaruh  listening group terhadap kecakapan mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
  1. Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, diharapkan dapat berguna baik secara teoritis maupun praktis.
a.       Secara teoritis
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan teori strategi belajar mengajar dan teori pendekatan belajar mengajar, yang akan menggunakan model pembelajaran yang mudah untuk mencapai tujuan pembelajaran bisa meningkatkan mutu pendidikan selama ini, khususnya pada bidang studi Bahasa Arab.
b.      Secara praktis
Penelitian ini memiliki tujuan yang penulis klasifikasikan sebagai berikut :
a)      Bagi Peneliti
Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Strata 1 (S-1) pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Sidoasrjo. Serta karya yang sangat berharga dalam mengaktualisasikan pengetahuan dan ketrampilan yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.
b)      Bagi Almamater
Dapat dijadikan sebagai bahan kajian guna menambah khasanah keilmuan khususnya bagi mahasiswa tarbiyah yang nantinya akan terjun sebagai tenaga-tenaga pendidik. Serta sebagai tambahan referensi kepustakaan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
c)      Bagi obyek penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru Bahasa Arab Di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan dalam memberikan metode pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar anak didiknya.
d)     Bagi masyaratakat
Bermanfaatkan sebagai bahan pengembangan keilmuan yang diharapkan dapat diambil manfaatnya oleh pembaca. Serta masukan bagi pengembangna keilmuan oleh untuk penelitian selanjutnya

E.     Hipotesis penelitan
Bertolak dari tujuan penelitan diatas, maka hipotesis yang akan dijawab dan dibuktikan dalam penelitian ini adalah :
1.      Hipotesa kerja (H1): ada pengaruh listening group terhadap kecakapan mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
2.      Hipotesa nihil (Ho): tidak ada pengaruh listening group terhadap kecakapan mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.

F.     Metode Penelitian
1.      Tinjauan umum
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yakni berupaya menjelaskan hubungan antar dua variabel sehingga dapat diketahui dengan sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang diteliti. Pemilihan pendekatan kuantitatif ini didasarkan pada data – data yang di peroleh dari sekolah, baik dari angket, wawancara, observasi dan dokumen-dokumen sebagai sumber pendukung untuk menganalisis data.
2.      Populasi dan sampel penelitian
Populasi adalah jumlah keseluruhan subyek penelitian.[10] Sudjana menyatakan bahwa populsi adalah totalitas dari semua nilai yang mungkin, hasil menghitung atau pengukuran kuntitatif maupun kualitatif mengenai karateristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya[11].
Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VII yang berjumlah 215 siswa. Penentuan populasi ini disesuaikan dengan masalah penelitian. Sampel adalah “wakil dari populasi yang di teliti”.[12] Dalam penelitian ini, penentuan sample menggunakan teknik  Stratified Random Sampling yakni siswa kela VII MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan. Penelitian teknik stratified random sampling ini mengingat data yang diperoleh berjenjang. Sedangkan sampel yang akan diteliti sebesar 10% dari jumlah sample, yaitu 22. Jumlah tersebut di ambil dari kelas VII di Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
3.      Jenis dan sumber data
Dalam penelitian ini ada dua jenis data yaitu data primer dan data skunder. Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian dalam hal ini adalah responden.  Sedangkan data skunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari obyek penelitian.
Dalam hal ini yang menjadi data primer adalah hasil angket atau kuesioner yang disebarkan kepada responden mengenai listening group dan mecakapan mendengar. Sedangkan data skunder diperoleh dari dokumentasi sekolah mengenai keadaan guru, murid, dan keadaan sekolah serta struktur organisasi sekolah maupun data dari literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini, serta wawancara dengan guru bahasa Arab, kepala sekolah dan murid untuk mendukung data primer terkait dengan membaca meteri agama.
Sedangkan dilihat dari jenisnya, data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif berupa keadaan yang ada di sekolah yang diteliti penulis serta aktivitas para penghuninya. Sedangkan data kuantitatif berapa jumlah siswa, hasil angket tentang  listening group dan kecakapan mendengar siswa.
4.      Teknik pengumpulan data
a.       Angket atau kuisioner
Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.[13] Dalam hal ini yang menjadi responden adalah kelas VII di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan. Teknik kuesioner ini dimaksudkan untuk memperoleh data primer berupa informasi secara langsung dan tertulis dari responden berkaitan dengan pengaruh listening group terhadap kecakapan mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
b.      Wawancara
Wawancara atau interview yaitu teknik pengumpulan data melalui tatap muka secara langsung dengan pihak-pihak yang dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan data yang mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini dilakukan wawancara dengan pihak-pihak yang dipandang mampu memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan yaitu kepala sekolah, guru bahasa Arab dan siswa kelas VII di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
c.       Observasi
Observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek menggunakan alat indra[14]. Metode ini penulis gunakan untuk mengetahui secara langsung terhadap obyek yang diteliti untuk memperoleh data tentang kondisi sekolah dan lingkungannya, proses atau kegiatan belajar – mengajar Bahasa Arab di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
d.      Dokumentasi
Dokumentasi ialah teknik pengumpulan data dimana sumber informasinya berupa bahan-bahan tertulis / tercatat. Dokumentasi ini diperoleh pada kantor tata usaha ( TU ) yang berupa dokumentasi sejarah lembaga pendidikan MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan, Struktur organisasi MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan, Perkembangan jumlah siswa dan guru serta prestasi belajar Bahasa Arab siswa MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
5.      Teknik analisis dan interpretasi data
Analisis data dalam penelitian kuantitatif pada dasarnya merupakan penguraian data melalui tahapan kategorisasi dan klasifikasi, serta mencari hubungan sebab akibat  antar variabel dengan menggunakan rumus-rumus statistik. Sesuai dengan variabel penelitian tentang Pengaruh Listening Group Terhadap Kecakapan Mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab  Di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan. Peneliti menggunakan teknik analisis kuantitatif yaitu cara pengolahan data hasil penelitian menggunakan teknik matematika dalam pengumpulan, penyusunan dengan menggunakan angka untuk menguji hipotesis dan mencari tingkat signifikan.
Untuk mendapatkan jawaban mengenai ada tidaknya pengaruh penggunaan metode listening group terhadap kecakapan mendengar di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan penulis menggunakan teknik analisis statistik guna memperoleh kebenaran hipotesis dengan rumus  Uji Regresi (Regresion Test) sebagai berikut :
Keterangan :
Y: (baca Y topi),subjek vareabel terikat yang diproyeksikan.
X : vareabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk diprediksikan.
a : nilai kontansta harga Y jika X = 0
b : nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai
       peningkatan(+) atau nilai penurunan (-) vareabel Y.
                                                            


G.    Sitematika Pembahasan
Pembahasan dalam skripsi ini, penulis susun berdasarkan sistematika pembahasan sebagai berikut:
BAB I: Memuat pendahuluan dimulai dengan latar belakang masalah  yang menjadi dasar pemikiran penulis untuk melakukan penelitian ini, kemudian untuk menghindari pembiasan maka penulis membuat penegasan istilah,  juga rumusan masalah kemudian penulis menjelaskan tujuan dan manfaat penelitian, penulis membuat hipotesis  untuk menjawab dugaan sementara terhadap hasil penelitian metodologi dan sistematika pembahasan.
BAB II: Memuat kajian teori, pada bab ini mengemukakan tinjauan teoritis mengenai listening group meliputi pengertian listening group, peroses menyimak, serta tujuan dan manfaat serta faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak. Kecakapan mendengar dan Bahasa Arab, meliputi Pengertian bahasa Arab dan pembelajaran bahasa Arab. Kemudian  pengaruh listening group terhadap kecakapan mendengar dalam pembelajaran bahasa Arab.
BAB III: Memuat gambaran obyek penelitian yakni mengenai hasil penelitian dilapangan yang merupakan pembentukan empiris dan pembahasan yang berkenaan dengan obyek penelitian. Seperti letak geografis sekolah, sejarah perkembangan, data guru dan siswa dan juga sarana dan prasarana. Serta data yang berhubungan dengan obyek penelitian.
BAB IV: Memuat interpretasi dan analisis data yakni merupakan inti dari pembahasan yang mengungkapkan tentang pengkajian, analisis, intrepretasi sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan serta aplikasinya di lapangan berkenaan dengan Pengaruh Listening Group Terhadap Kecakapan Mendengar dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di MTs Hasan Munadi Banggle Beji Pasuruan.
BAB V: Merupakan penutupan dari keseluruhan pembahasan dari skripsi ini yang meliputi simpulan dan saran.



[1] Fun G, Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pada Mata Kuliah Istima, www.indoskripsi.com  diaksaes 9 nov 2009

[3] Rivers & Temperley.  Terj. Nurhidayati , Apractical  Guide  To  The  Teaching  Of  English  As Asecond Or Foreign Language.. (Oxford University Press, New York, 1978), 62.
[4]Rost, M. Terj. Iim Rahmania. Listening in Action: Activities for Developing Listening in Language Teaching. (Prentice Hall, New York, 1991), 10.
[5] Ibid. , 10
[6] Ibid. , 10.
[7] Slameto, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mepengaruhinya, (Jakarta: Reinika Cipta, 2010), 107.
[8] Arono, Pentingnya Keterampilan Menyimak, Bagi Mahasiswa Sebagai Calon Guru: Sebuah Ti njauan Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Bahasa, http://unib.ac.id/blog/dank_aron/  diakses 10 nov 2009
[9] Isa Anshori,  Perencanaan Sistem Pembelajaran (Sidoarjo: Umsida Press,  2008), 1.
[10]  Suharsimi Arikunto, prosedur penelitian suatu pendekatan praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 34.
[11] Sudjana, Metode Statistika (Bandung: Tarsito, Edisi keenam,1996 ), 6.
[12]  Ibid., 68.
[13]  Ibid., 157.
[14] Suharsimi Arikunto, prosedur penelitian suatu pendekatan praktek (Jakarta : Rineka cipta, 2006), 155.

2 komentar:

  1. great....!!!
    ikut copas za, buat tugas kuliah !

    BalasHapus
  2. assalamualakum ..
    butuh buku pendidikan bahasa arab untuk skripsi/tesis/disertasi?
    coba kunjungi
    http://www.taufiqslow.com/2014/05/tempat-referensi-buku-buku-pendidikan.html

    syukron

    BalasHapus